Membangkitkan Kecerdasan Emosional dengan Empati dan Introspeksi

Pada artikel ini saya akan menyampaikan tips tentang membangkitkan kecerdasan emosional dengan empati dan introspeksi untuk mencapai kemajuan. Empati berarti ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Sedangkan introspeksi berarti meneliti diri sendiri, melihat ke dalam diri kita sendiri. Ketika ada orang bersedih karena ditinggalkan oleh orang yang dikasihinya, kita ikut merasakan bagaimana kesediahan orang itu. Itu namanya empati. Kemudian, ketika orang lain berbuat salah kepada kita, kita segera bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kita ikut andil sehingga orang itu berbuat salah. Jangan-jangan orang itu berbuat salah gara-gara kita yang memulai atau kita yang menjadi penyebab perbuatan salah itu, Nah, yang ini namanya introspeksi. Sederhananya seperti itu. Kedua sikap… Read More

Continue Reading

Ambil Tanggung Jawab dan Laksanakan dengan Sepenuh Hati

Kita berjumpa kembali. Semoga Anda tetap dalam kesehatan dan kebahagiaan. Kita masih berbicara soal pengembangan diri. Kali ini saya akan menyampaikan pesan bagaimana menghadapi tantangan yang diberikan oleh atasan. Barangkali Anda pernah mendapatkan tugas untuk melakukan hal-hal yang belum pernah Anda lakukan. Jika demikian, apa yang harus Anda perbuat? Pesan saya, ambil tanggung jawab itu. Keberanian mengambil resiko merupakan salah satu ciri orang-orang yang akan mencapai sukses di kemudian hari. Ingat pesan ini: “KEBERANIAN MENGHADIRKAN KECERDASAN.” Anda ingin menjadi guru sukses, bukan? Inilah saatnya untuk menunjukkan bahwa Anda mampu melakukan tugas yang diberikan oleh atasan. Saya mengatakan ini berdasarkan pengalaman. Taruhlah sekarang Anda masih menjadi guru yang belum pernah mendapat… Read More

Continue Reading

Gunakan Dua Sayap untuk Terbang Tinggi

Pada artikel ini saya akan membahas persyaratan yang harus dipenuhi agar kita bisa mencapai kemajuan, sebagai guru sukses. Perhatikan judul di atas: “Gunakan Dua Sayap untuk Terbang Tinggi.” Anda pasti pernah melihat burung terbang? Coba ingat, apakah burung itu menggunakan kedua sayapnya atau hanya salah satu sayap yang digunakan untuk terbang? Bagaimana seandanya burung itu hanya memiliki satu sayap, apakah ia bisa terbang tinggi? Jawabnya pasti: TIDAK BISA!!! Ya, burung yang ingin terbang tinggi harus menggunakan kedua sayapnya. Jika ia hanya menggunakan salah satu sayapnya, maka ia tidak akan bisa terbang tinggi, melainkan hanya berputar-putar saja, dan akhirnya JATUH!. Perjalanan hidup manusia pun demikian. Untuk mencapai kemajuan seseorang harus menggunakan… Read More

Continue Reading

Lima Cara Mengatasi Hambatan Guru dalam Menerapkan Flipped Classroom

Pada tulisan terdahulu disajikan lima alasan mengapa guru enggan menerapkan flipped classroom. Tulisan ini akan memberikan alternatif untuk mengatasi hambatan guru dalam menerapkan flipped classroom (pembelajaran kelas terbalik) berdasarkan lima alasan sebagaimana disajikan dalam tulisan dimaksud. Berikut adalah lima alasan penyebab guru enggan menerapkan flipped classroom seperti telah disebutkan pada tulisan terdahulu dan alternatif cara mengatasinya. 1. Guru tidak menguasai IT. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan kepada guru yang bersangkutan. Tidak sulit karena ada fasilitas untuk itu. Untuk membuat video belajar, guru dapat memanfaatkan power point, kemudian direkam dengan software yang sudah tersedia menjadi video screencast, menggunakan Camtasia, yang dapat didownload secara gratis di sini (untuk satu bulan penggunaan).… Read More

Continue Reading

Lima Alasan Mengapa Guru Enggan Menerapkan Flipped Classroom

Dalam tulisan terdahulu telah disajikan lima alasan mengapa guru perlu menerapkan flipped classroom di kelasnya. Namun banyak guru ternyata masih enggan menerapkan model pembelajaran dimaksud. Berikut adalah lima alasan mengapa guru enggan menerapkan model pembelajaran flipped classroom (kelas terbalik) tersebut. 1. Guru tidak menguasai IT. Alasan pertama yang dikemukakan guru untuk tidak menerapkan model flipped classroom adalah teknologi. Mereka tidak menguasai teknologi. Rupanya masih ada guru-guru yang berpenyakit TBC (tidak bisa computer) dan gaptek (gagap teknologi). Padahal, sesungguhnya belajar komputer tidak sulit. Para guru sudah mengenal huruf, jadi kalau hanya mengetik lewat keyboard tentunya tidak sulit. Soal lancar atau tidak lancar, hal ini tentunya bergantung pada seberapa sering dan kesungguhan… Read More

Continue Reading