Mengajar Membaca di Kelas I SD

Dalam pembelajaran bahasa Indonesaia di Sekolah Dasar (SD), kita mengenal ada pembelajaran untuk kelas tinggi dan pembelajaran untuk kelas rendah. Yang dimaksud dengan pembelajaran kelas tinggi adalah pembelajaran untuk kelas IV, V, dan VI. Sedangkan pembelajaran kelas rendah meliputi pembelajaran untuk kelas I, II, III. Tentu saja pembelajaran untuk kelas tinggi tidak sama dengan pembelajaran untuk kelas rendah. Pembelajaran membaca untuk kelas rendah pun harus mendapatkan perhatian yang serius. Khususnya untuk kelas I, guru harus berhati-hati dan cermat dalam menyusun perencanaan sekaligus pelaksanaannya. Hal ini penting karena kelas I merupakan fondasi bagi kelas-kelas berikutnya. Kelas I SD merupakan pintu gerbang bagi siswa memasuki dunia pendidikan formal. Sekali guru salah bertindak… Read More

Continue Reading

Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 3

Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 3 Dalam tulisan terdahulu tentang Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 2 saya telah menjelaskan mengenai pentingnya pelatihan keterampilan dasar bagi kelancaran pelaksanaan model pembelajaran kuantum. Pelatihan keterampilan dasar itu secara umum meliputi empat bidang, yaitu: (1) pengenalan potensi dasar, (2) pengoptimalan daya pikir, (3) keterampilan belajar, dan (4) pengembangan pribadi. Lebih lanjut silakan cek ulang Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 2 tersebut. Kali ini kita akan membahas tips yang ketiga tentang pelaksanaan model pembelajaran kuantum sebagai bagian ang tak terpisahkan dari tips-tips sebelumnya. Tips # 3. Ikuti Prosedur, Penuhi Indera Belajar Siswa Telah dibahas pada artikel sebelumnya, prosedur pembelajaran kuantum meliputi enam langkah yang tergabung… Read More

Continue Reading

Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 2

Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum (2) Dalam tulisan awal tentang Model Pembelajaran Kuantum saya telah menyebutkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran kuantum mengambil bentuk hampir sama dengan sebuah simponi, yang membagi unsur-unsur pembentuk simponi menjadi dua kategori, yaitu: konteks dan isi. Selanjutnya juga saya singgung bahwa konteks sebagai kondisi yang disiapkan bagi penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas meliputi suasana yang menggairahkan, landasan yang kukuh, lingkungan yang mendukung, dan rancangan pengajaran yang dinamis. Kali ini saya akan menyampaikan tips kedua pelaksanaan pembelajaran kuantum, yakni tentang penyiapan landasan yang kukuh, yang saya maknai sebagai pemberian pelatihan keterampilan dasar bagi siswa. Namun untuk menyegarkan ingatan dan membuat tautan dengan artikel sebelumnya, silakan cek kembali tentang… Read More

Continue Reading

Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum

Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum (1) Tulisan kali ini saya buat khusus sebagai hadiah buat teman-teman pengunjung situs ini, yang kemungkinan besar adalah para guru sukses atau para guru yang ingin sukses sebagai agen pembelajaran. Pasalnya, berdasakan statistik artikel yang dipilih pengunjung, selama beberapa hari terakhir saya menemukan “Model Pembelajaran Kuantum” menduduki posisi teratas. Asumsi saya, teman-teman berminat terhadap proses pembelajaran yang berkualitas, efektif dan efisien, sekaligus menyenangkan. Karena yang saya tulis pada artikel Model Pembelajaran Kuantum itu baru kulitnya (garis besarnya) saja, maka sebagai apresiasi pada teman-teman pengunjung situs ini, kali ini saya tulis Tips Melaksanakan Pembelajaran Kuantum. Anda mungkin bertanya, “Lho memangnya melaksanakan pembelajaran juga ada tipsnya?” Ya,… Read More

Continue Reading