Membantu Siswa Keluar dari Perangkap Gratifikasi Instan

Dalam tulisan tentang Perangkap Generasi Gratifikasi Instan, setidaknya ada beberapa perangkap yang harus diwaspadai oleh orang tua untuk masa depan anak-anaknya. Ternyata, apa yang dialami oleh anak-anak di rumah terjadi juga di sekolah. Jadi, guru juga perlu waspada dan berupaya untuk membantu siswa agar keluar dari perangkap dimaksud.

Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan guru untuk membantu siswa keluar dari perangkap atau masalah yang dihadapi dalam era gratifikasi instan ini, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan dengan baik dan mendapatkan kebaikan di masa depan.

1. Ajarkan siswa berpikir. Manusia dilebihkan dari makhluk lain karena kemampuannya berpikir. Tetapi jika siswa sudah enggan berpikir, maka ini sangat berbahaya. Jika kemudahan yang didapatkan justru membuat siswa mengalami masalah, maka dua hal yang bisa  dilakukan. Pertama hentikan pemberian kemudahan itu sehingga masalah tidak muncul, atau bantu siswa untuk mengatasi masalahnya sendiri. Kegunaan berpikir, diantaranya adalah untuk menentukan pilihan yang cerdas – untuk memecahkan dan mengatasi masalah.

2. Biasakan siswa bertanggung jawab. Tanggung jawab merupakan nilai pembentuk karakter penting bagi kehidupan manusia. Nilai ini sangat berharga, sebab itu harus dimiliki oleh setiap manusia. Kepada siswa, nilai ini tidak cukup jika hanya diajarkan tetapi harus tertanam dalam sanubari dan terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu, tangung jawab harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar membudaya. Tanggung jawab berhubungan dengan sikap menerima risiko atas apa yang diperbuat. Penegakan hukum, pelaksanan sanksi atas pelanggaran. Jadi harus ada aturan yang jelas, termasuk penghargaan dan sanksi (reward and punishment). Siswa yang melanggar aturan atau tidak bisa mematuhi aturan harus diberi sanksi, dan siswa menerima sanksi dengan lapang dada dan ikhlas, sekaligus memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

3. Bangun rasa percaya diri untuk menghadapi masalah dan menyelesaikannya. Rasa percaya diri merupakan bagian penting dalam hidup. Ini menjadi dasar bagi setiap orang yang ingin mencapai keberhasilan dalam hidup. Siswa yang sebenarnya memiliki kecerdasan yang baik, jika tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya, tidak akan banyak manfaatnya. Orang lain atau guru tidak akan pernah tahu bahwa seorang siswa memiliki kecerdasan atau kemampuan yang baik jika siswa tersebut tidak pernah berani mengungkapkan atau menunjukkan kecerdasan atau kemampuannya kepada orang lain. Untuk membantu siswa yang tidak berani mengemukakan pendapat atau kemampuan tersebut, guru perlu membangun rasa percaya diri mereka. Berikan latihan-latihan ringan untuk membangkitkan rasa percaya diri, dan tingkatkan terus dengan latihan-latihan yang semakin berat, sehingga siswa benar-benar memiliki rasa percaya diri yang hebat.

4. Biarkan siswa melaksanakaln tugas secara mandiri. Bantuan-bantuan yang sifatnya dasar memang diperlukan agar siswa dapat melaksanakan tugas. Namun seiring berjalannya waktu, bantuan kepada siswa harus dikurangi bahkan dihentikan ketika siswa seharusnya sudah bisa melaksanakan tugasnya sendiri secara mandiri. Biarkan mereka berjuang untuk menyelesaikan tugas. Membiarkan siswa bekerja seara mandiri dan bertanggung jawab ini penting, karena orang tua (guru) tidak akan selamanya bisa membantu siswa. Pada saatnya tiba siswa harus berjuang sendirian untuk menentukan nasib atau peruntungannya. Misalnya saat ujian, siswa harus bekerja secara mandiri, tidak boleh dibantu, untuk menentukan apakah dia akan berhasil dan lulus dari uian itu atau gagal dan harus mengulang.Ketika dewasa nanti, mereka harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Mereka yang terbiasa bekerja secara mandiri akan menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan tidak perlu menggantungkan hidupnya pada kebaikan orang lain.

5. Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk perilaku disiplin dan bekerja keras. Kedisiplinan dan kerja keras akan sangat membantu bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa. Dua hal tersebut juga sangat berharga bagi kehidupan. Sekolah perlu membantu siswa meningkatkan kedisiplinan dan kemauan untuk bekerja keras dengan menciptakan lingkungan yang kondusif. Budaya sekolah perlu memasukkan dua nilai ini–disiplin dan bekerja keras–bersaman dengan nilai-nilai berharga lainnya. Disiplin waktu, disiplin berpakaian dan disiplin-disiplin yang lain, ditambah dengan kebiasaan melaksanakan tugas hingga tuntas dengan penuh semangat dan tidak menyerah di tengah jalan, merupakan contoh menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perilaku disiplin dan kerja keras siswa.

Tentunya masih banyak cara bisa dilakukan oleh pihak sekolah untuk membantu siswa tidak terjebak pada perangkap gratifikasi instan, yang intinya adalah membentuk karakter yang kuat bagi siswa. Namun lima hal yang disebutkan di atas merupakan hal-hal pokok, yang dapat digunakan untuk membantu siswa keluar dari perangkap gratifikasi instan.

Panduan Mengajar Anak-anak Membaca (Berbahasa Inggris)

Klik di Sini!
Show 0 Comments
No comments yet. Be the first.
%d blogger menyukai ini:
Essential SSL