Ya, Anda Bisa Kreatif dan Berhasil

Banyak orang terjebak pada pemahaman yang keliru tentang menjadi kreatif. Menurut Dave Burgess, mereka percaya bahwa hanya ada dua jenis manusia di dunia ini — manusia kreatif dan manusia tidak kreatif — dan orang-orang ini telah mengklasifikasikan dirinya ke dalam jenis yang terakhir.

Mereka percaya orang-orang kreatif hanya berjalan-jalan dan tiba-tiba dikejutkan oleh ide-ide kreatif bagaikan kilatan cahaya terang. Mereka frustrasi oleh ketiadaan kilatan cahaya dalam kehidupan mereka sendiri. “Kalau saja saya bisa mendapatkan kilatan-kilatan yang sama tentang ide-ide dan kreativitas,” mereka meratap. “Tidak adil!”

Barangkali orang-orang “jenius” tipe khusus, seperti Einstein, mendapatkan kilatan-kilatan cahaya kreativitas tersebut, tetapi, menurut Dave Burgess, itu bukan bagaimana kreativitas terjadi bagi kebanyakan orang. Menurutnya, bagi kebanyakan dari kita, jenius kreatif dikembangkan melalui kerja keras, mengarahkan perhatian, dan keterlibatan tanpa henti dalam proses kreatif.

Proses Kreatif Manusia

Dave Burgess menyebutkan bahwa, untuk sebagian besar, proses kreatif adalah proses bertanya dengan pertanyaan yang benar secara konsisten. Ada sebuah konsep yang dia pelajari dari seorang penulis dan motivator Anthony Robbins. Konsep tersebut adalah pentingnya dan berartinya pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dipercaya.

Jenis pertanyaan yang kita ajukan kepada diri sendiri menentukan jenis jawaban yang kita terima. Jika Anda secara konsisten mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada pemikiran kreatif dan luar biasa, pikiran Anda akan menyediakan jawaban-jawaban yang kreatif dan luar biasa.

Mengajukan pertanyaan yang benar itu ibaratnya seperti menyetel radio pada frekuensi yang tepat. Kebanyakan orang menjalani hidup mendengarkan “kreatif statis” karena mereka telah gagal untuk menyelaraskan pikiran mereka ke stasiun yang tepat.

Kenyataannya, kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menjadi kreatif, sehingga mereka bahkan tidak mau repot-repot untuk menyalakan radio.

Bukan Sekedar Bertanya …

Kualitas pertanyaan Anda menentukan kualitas jawaban Anda, dan jenis pertanyaan menentukan jenis ide yang akan diterima dan dipahami oleh pikiran Anda.

Misalnya seorang guru terkesan pada contoh-contoh pembelajaran di luar kelas dan dia ingin melakukannya untuk kelasnya, tetapi guru tersebut merasa tidak bisa memiirkan ide-ide sejenis untuk kelasnya.

Pertanyaannya, ketika mendesain pembelajaran, apakah guru itu bertnya pada diri sendiri, “Adakah cara untuk membawa kelas keluar untuk pembelajaran ini?” Atau dia bertanya, “Di manakah tempat terbaik di sekolah untuk menyampaikan pelajaran ini?” Jawabannya tentu saja TIDAK!

Bagaimana bisa dia berharap untuk menemukan cara kreatif untuk melaksanakan pembelajaran di luar kelas kalau dia tidak pernah mengajukan pertanyaan?

Jika Anda bertanya, “Di manakah tempat terbaik di sekolah untuk menyampaikan materi pelajaran tertentu?” Anda mungkin menemukan bahwa jawabannya adalah tidak di dalam ruang kelas Anda. Anda tidak akan pernah tahu jika Anda tidak bertanya.

Kita dapat merubah dan memperbaiki pertanyaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Misalnya, “Bagaimana saya bisa melaksanakan pembelajaran di luar kelas untuk materi ini?” lebih baik daripada “Adakah cara …” karena yang terakhir mengijinkan pikiran untuk mengambil jalan keluar yang mudah  dan hanya mengatakan “Tidak.”

Yang lebih baik mungkin pertanyaan ini, “Berapa banyak cara berbeda yang bisa saya temukan untuk membawa kelas saya keluar untuk materi pelajaran ini?”

Sekarang pertanyaan secara alami mengarahkan pada diterimanya lebih banyak solusi daripada hanya untuk satu saja. Kemampuan untuk memanipulasi pertanyaan untuk agar lebih efektif sangatlah penting untuk keberhasilan proses kreatif.
In Category: Pengetahuan Umum

Admin

No comments yet. Be the first.
Essential SSL