Pemecahan Masalah Terfokus dalam Pembelajaran Bukan Pembelajaran Berbasis Masalah

Dalam artikel berjudul “Latihan Memanggil Ulang Informasi Yang Tersimpan Dalam Ingatan” penulis telah menyebutkan tiga contoh cara memanggil ulang informasi yang bisa dikembangkan untuk pembelajaran di kelas.

Bagian pertama dan kedua sudah dibahas, sekarang kita akan bahas bagian ketiga.

Tulisan ini akan menyajikan informasi tentang pemecahan masalah terfokus dalam pembelajaran.

Pembahasan dimulai dari pemecahan masalah dalam pembelajaran, pembelajaran berbasis masalah, kemudian dilanjutkan dengan pemecahan masalah terfokus dalam pembelajaran.

Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran

Pertama harus dipahami bahwa pemecahan masalah dalam pembelajaran dalam konteks ini berbeda dengan pemecahan masalah pembelajaran.

Pada pemecahan masalah pembelajaran masalahnya sudah jelas yakni pembelajaran. Pada pemecahan masalah dalam pembelajaran, masalahnya masih bersifat umum (bisa masalah pembelajaran, tetapi tidak harus, atau masalah lain di luar pembelajaran).

Pemecahan masalah dalam pembelajaran adalah sebuah teknik untuk memecahkan masalah, dan kegiatan pemecahan masalah itu terjadi di dalam pembelajaran.

Fokus bahasan terletak pada aktivitas pemecahan masalah. Aktivitas pemecahan masalah bisa saja berupa pengenalan masalah, analisis masalah, pencarian alternatif pemecahannya, sampai pada tindakan pemecahan masalah itu sendiri.

Kegiatan pemecahan masalah perlu dilatihkan kepada siswa sehingga menjadi sebuah keterampilan yang memungkinkan siswa mahir memecahkan masalah.

Sebagai latihan, maka aktivitas pemecahan masalah tersebut harus dilakukan secara terencana dan terkontrol. Harapannya, siswa menjadi benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan.

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Pembelajaran berbasis masalah lain lagi. Dalam hal ini, masalah sengaja disediakan atau diciptakan sebagai bahan dasar terlaksananya pembelajaran. Masalah dimunculkan di awal. Kemudian siswa diajak untuk memecahkan masalah tersebut dalam pembelajaran.

Proses pembelajarannya sekaligus adalah proses untuk memecahkan masalah yang sudah disiapkan oleh guru.

Sepanjang proses pembelajaran, fokusnya adalah untuk memecahkan masalah yang disiapkan. Dalam pembelajaran itu siswa diberi tugas untuk menganalisis masalah sekaligus mencari solusinya. Tugas bisa dilakukan secara individual maupun kelompok.

Pemecahan Masalah Terfokus dalam Pembelajaran

Terkait dengan pemecaan masalah dalam pembelajaran, kita mengenal istilah pemecahan masalah terfokus dalam pembelajaran.

Pemecahan masalah terfokus ini dimaksudkan sebagai sarana untuk menguatkan pencapaian hasil belajar siswa. Pemecahan masalah terfokus adalah sebagai bentuk latihan untuk memanggil ulang informasi dalam pembelajaran.

Sebagai sarana untuk menguatkan pencapaian hasil pembelajaran, maka masalah yang diambil harus berasal dari materi pembelajaran. Ini berbeda dari pemecahan masalah dalam pembelajaran.

Pada pemecahan masalah dalam pembelajaran, masalahnya bersifat umum, dapat diambil dari beragam sumber. Namun pada pemecahan masalah terfokus dalam pembelajaran, masalahnya bersifat khusus, yakni berasal dari materi pembelajaran yang sudah diajarkan.

Harus juga diingat, bahwa masalah yang digunakan untuk sarana ini harus benar-benar berupa masalah, bukan sekadar berupa pertanyaan ulangan dari materi pembelajaran.

Pemecahan masalah terfokus ini masih termasuk di dalam proses pembelajaran (bukan penilaian). Sebab itu pelaksanaannya juga masih di dalam kegiatan pembelajaran.

Contoh Implementasi Pemecahan Masalah Terfokus dalam Pembelajaran

Misalnya dalam pembelajaran tentang demokrasi, siswa telah belajar mengenai pengertian demokrasi, macam-macam demokrasi beserta contoh-contohnya.

Kemudian, untuk memanggil ulang informasi tentang hal-hal yang sudah dipelajari tersebut, guru membuat masalah yang harus dipecahkan oleh siswa (bisa perorangan, bisa pula kelompok melalui diskusi).

Catatan: Karena pemecahan masalah ini sebagai sarana untuk memanggil ulang informasi yang telah dimiliki oleh siswa, maka masalah yang disiapkan harus benar-benar berhubungan dengan pelajaran yang sudah diterima siswa.

0 comments… add one

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Essential SSL