Pembelajaran dan Gaya Belajar Siswa

Pada artikel ini kami sajikan pembahasan tentang pembelajaran dan gaya belajar siswa. Bahasan meliputi: Pengertian Pembelajaran, Gaya Belajar Siswa, dan Pembelajaran Yang Kompatibel Dengan Gaya Belajar Siswa.

Untuk guru yang siswanya belum bisa membaca, silakan cek dahulu tulisan ini: Mengajar Membaca di Kelas I Sekolah Dasar.

Pengertian Pembelajaran

Ada banyak pengertian pembelajaran. Para ahli mendefinisikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.

Ada yang menyebut pembelajaran sebagai seperangkat peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang bersifat internal.

Ada pula yang menyebut bahwa pembelajaran merupakan proses tranfer ilmu dua arah, antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi.

Ada lagi yang menyebutkan bahwa pembelajaran merupakan suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik. Dan masih banyak lagi.

Wikipedia Bahasa Indonesia menyebutkan “Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.”

Sementara itu, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 20 Tahun 2003) menyebutkan bahwa pembelajaran adalah “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.”

Dari beberapa keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam pembelajaran terdapat tiga unsur yang dilibatkan atau terlibat dan bekerja secara sinergis. Ketiga unsur dimaksud adalah: yang mengajar (guru), yang belajar (siswa), dan yang dipelajari (sumber belajar atau materi pelajaran).

Misalnya di sebuah kelas atau sekolah, siswa mempelajari sesuatu atas kemauan sendiri tanpa ada guru yang mengajar atau membelajarkan siswa. Ini bukan pembelajaran melainkan belajar bersama.

Begitu pula, guru mengajar siswa di kelas tetapi siswa tidak peduli dengan yang terjadi di kelas, masing-masing siswa asyik sendiri-sendiri; guru menjelaskan pelajaran tanpa mendapatkan perhatian dari siswa. Yang ini juga bukan pembelajaran melainkan pengajaran.

Berdasarkan hal tersebut kita dapat menyebutkan bahwa pembelajaran sesungguhnya adalah “kegiatan belajar mengajar” atau “proses belajar mengajar” yang terjadi di kelas atau di sekolah, sebagaimana kita mengenalnya di dunia pendidikan selama ini.

Misalnya di sebuah kelas atau sekolah, siswa mempelajari sesuatu atas kemauan sendiri tanpa adanya guru yang mengajar atau membelajarkan siswa. Ini bukan pembelajaran melainkan belajar bersama.

Begitu pula, guru mengajar siswa di kelas tetapi siswa tidak peduli dengan yang terjadi di kelas, masing-masing siswa asyik dengan dirinya sendiri; guru menjelaskan pelajaran tanpa mendapatkan perhatian dari siswa. Yang ini juga bukan pembelajaran melainkan pengajaran.

Jadi, pembelajaran itu terjadi jika ada aktivitas guru yang membuat siswa belajar, yang dahulu kita kenal dengan kegiatan belajar mengajar atau proses belajar mengajar.

Gaya Belajar Siswa

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa gaya belajar adalah kebiasaan siswa belajar berdasarkan modalitas belajar yang dimiliki. Modalitas belajar adalah indera yang digunakan oleh siswa untuk belajar.

Secara garis besar, ada tiga macam modalitas belajar, yakni: visual, auditorial, dan kinestetik.

Modalitas belajar visual lebih menekankan penggunaan indera penglihatan (mata) untuk belajar. Misalnya dengan cara membaca, mengamati, melihat gambar atau grafik, dan lain-lain. Siswa yang mengandalkan modalitas belajar visual dalam belajar disebut siswa bergaya belajar visual.

Modalitas belajar auditorial, mengutamakan pendengaran untuk belajar. Anak-anak tipe auditorial sangat baik belajar jika materi pelajarannya disajikan dengan atau dalam bentuk suara atau bunyi.

Belajar lewat lagu, mendengarkan ceramah, atau pembacaan cerita akan sangat baik bagi anak-anak tipe auditorial ini. Siswa yang belajar dengan modalitas belajar auditorial ini disebut siswa bergaya belajar auditorial.

Tipe kinestetik lebih mengedepankan gerakan (gerakan tubuh atau bagian tubuh). Membongkar pasang alat, menirukan gerakan, tarian, dan lain-lain. Siswa yang belajar dengan modalitas belajar kinestetik disebut siswa bergaya belajar kinestetik.

Kenyataannya, ada anak yang ketiga modalitas belajarnya kuat semua. Membaca oke, mendengar juga oke, melakukan gerakan juga oke. Ada yang hanya dua misalnya visual dan auditorial. Ada juga yang hanya satu saja misalnya auditorial saja atau visual saja.

Pembelajaran Yang Kompatibel Dengan Gaya Belajar Siswa

Proses belajar siswa terpengaruh oleh gaya belajarnya. Hasil belajar terpengaruh oleh proses belajar. Dengan demikian, hasil belajar siswa terpengaruh oleh gaya belajar dari masing-masing siswa.

Pembelajaran yang kompatibel dengan gaya belajar siswa artinya adalah bahwa pembelajaran itu harus sesuai dengan gaya belajar siswa. Pembelajaran yang kompatibel harus memenuhi kebutuhan siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya.

Pembelajaran dimaksud harus memungkinkan siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda dapat mengikutinya dan berhasil dalam belajarnya di kelas. Dalam pembelajaran dimaksud ada aktivitas untuk melihat, mengamati, membaca, melihat koneksi atau jaringan, dan lainnya.

Selain itu juga terdapat aktivitas untuk mendengarkan atau berbicara, berdiskusi, membaca dengan suara lantang, bercerita, menceritakan ulang materi pelajaran, menjelaskan skema atau jaringan, menirukan ucapan, dan lain-lain.

Ada juga aktivitas untuk melakukan sesuatu, mengumpulkan benda, memanipulasi barang, menirukan gerakan, menghitung dengan jari, menari, berkunjung ke grup, melakukan percobaan, membongkar dan memasang, praktik dengan kit IPA, dan semacamnya.

Bacaan di bawah ini terkait dengan tulisan di atas, penting dan menarik. Silakan dicek!

  1. Mengenal Model Pembelajaran Yang Populer;
  2. Tiga Hal Yang Bisa Mempercepat Proses Belajar Siswa;
  3. Mewujudkan Pakem di Kelas.
0 comments… add one

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
Essential SSL