Menjadi Guru Sukses, Pintar Saja Belum Cukup

MENJADI GURU SUKSES

Menjadi guru yang pintar adalah suatu keniscayaan. Mengapa? Ya, tentunya harus begitu. Guru itu seorang tokoh, minimalnya tokoh pendidikan di kelas yang diampu. Di lembaga pendidikan, guru adalah tokoh bagi siswa, tokoh bagi kelas yang diampunya.

Sebagai tokoh bagi kelas yang diampu, guru sesungguhnya adalah pemimpin utama di kelas saat dia melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama siswa. Dialah yang bertanggung jawab atas terselenggaranya proses pembelajaran yang berkualitas di kelas.

Keberhasilan guru dalam tugas profesi akan memengaruhi keberhasilan anak didiknya dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang. Keberhasilan guru dalam menjalankan tugas profesinya juga memengaruhi keberhasilan lembaganya dalam menjalankan tugas dan fungsi kependidikan.

Maka, keberhasilan guru dalam tugas profesi ini juga akan memengaruhi keberhasilan bangsa dalam mengelola pendidikan sekaligus kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keberhasilan guru dalam menjalankan tugas profesi bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan oleh setiap guru. Ya, tidak setiap guru bisa selalu berhasil dalam menjalankan tugas profesinya. Hal ini karena keberhasilan guru dalam tugas profesi tersebut melibatkan keberhasilan pihak lain yakni peserta didiknya.

Guru dikatakan berhasil dalam pembelajaran jika murid-murid yang diajar oleh guru tersebut berhasil mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang dituju.

Guru Sukses Haruslah Guru Yang Pintar, Tetapi …

Untuk menjadi seorang guru yang sukses, yakni guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera, seorang guru haruslah seorang yang pintar. Guru harus memiliki kemampuan intelektual yang tinggi karena dia harus menguasai banyak hal sebagai bahan untuk memintarkan anak didiknya.

Mulai dari penguasaan ilmu (materi pelajaran) hingga penguasaan teknik yang tepat dan jitu untuk mentransformasikan ilmu atau materi pelajaran tersebut kepada anak didiknya. Jelasnya, anak didik harus bisa menguasai ilmu yang sudah ditetapkan, dengan bantuan bimbingan, pelatihan, arahan dari guru.

Setidaknya, seorang guru harus paham dengan dan menguasai tiga hal ini: apa yang diajarkan, siapa yang diajar, dan bagaimana cara mengajarkannya. Selain itu, lingkungan (sekolah) di mana proses pembelajaran terjadi juga harus menjadi pertimbangan utama dalam pembelajaran.

Untuk alasan yang tersebut itulah, maka guru pintar saja belum cukup. Ya, pintar itu terkait dengan kemampuan intelektual. Tetapi tugas guru untuk membantu orang lain (siswa) menjadi pintar sesungguhnya masih membutuhkan kepintaran-kepintaran yang lain, tidak hanya terkait dengan kemampuan intelektual.

Di antara kepintaran-kepintaran jenis lainnya itu ialah: kepintaran (kecerdasan) emosional, kepintaran (kecerdasan) spiritual. Guru juga harus arif dalam berpikir dan bertindak di kelas. Jadi, guru harus pintar-pintar (memiliki lebih dari satu macam kepintaran, sekaligus arif, bijaksana).

 

 

0 comments… add one
%d blogger menyukai ini:
Essential SSL