Mengenal 20 Prinsip Belajar Mengajar Menurut Psikologi

Belajar mengajar berhubungan sangat erat dengan faktor-faktor sosial dan perilaku pengembangan manusia, termasuk kognisi, motivasi, interaksi sosial, dan komunikasi; dan pengetahuan psikologi memberikan banyak kontribusi untuk meningkatkan proses belajar mengajar di kelas.

Pengetahuan psikologi juga dapat memberikan wawasan kunci pada pembelajaran yang efektif, lingkungan kelas yang mendorong belajar, dan penggunaan penilaian yang tepat, termasuk data, tes, dan pengukuran, serta metode penelitian yang menginformasikan praktik.

Tulisan ini menyajikan 20 prinsip terpenting terkait belajar mengajar, yang dikelompokkan ke dalam lima bidang fungsi psikologis, sebagai berikut:

Bagaimana siswa berpikir dan belajar?

  1. Keyakinan atau persepsi tentang kecerdasan dan kemampuan siswa mempengaruhi fungsi kognitif dan belajar.
  2. Apa yang siswa sudah tahu mempengaruhi pembelajaran mereka.
  3. Perkembangan kognitif dan belajar siswa tidak dibatasi oleh tahap umum perkembangan.
  4. Belajar didasarkan pada konteks, sehingga menggeneralisasi belajar pada konteks baru tidak spontan melainkan perlu difasilitasi.
  5. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan jangka panjang sebagian besar tergantung pada praktik.
  6. Umpan balik jelas dan tepat waktu kepada siswa adalah penting untuk belajar.
  7. Pengaturan diri siswa membantu belajar, dan keterampilan mengatur diri sendiri dapat diajarkan.
  8. Kreativitas siswa dapat dipupuk.

Apa yang memotivasi siswa?

  1. Siswa cenderung menikmati belajar dan melakukan lebih baik ketika mereka lebih termotivasi secara intrinsik daripada ekstrinsik untuk mencapai.
  2. Siswa bertahan dalam menghadapi tugas-tugas yang menantang dan memproses informasi secara lebih dalam ketika mereka mengadopsi tujuan penguasaan daripada tujuan kinerja.
  3. Harapan-harapan guru tentang siswa mereka mempengaruhi kesempatan siswa untuk belajar, motivasi mereka, dan hasil belajar mereka.
  4. Menetapkan tujuan yang bersifat jangka pendek (proksimal), spesifik, dan cukup menantang lebih meningkatkan motivasi daripada menetapkan tujuan jangka panjang (distal), umum, dan terlalu menantang.

Mengapa konteks sosial, hubungan interpersonal, dan emosional kesejahteraan penting untuk siswa belajar?

  1. Belajar terletak dalam konteks sosial berganda.
  2. Hubungan interpersonal dan komunikasi sangat penting untuk kedua proses belajar-mengajar dan perkembangan sosial-emosional siswa.
  3. Kesejahteraan emosional mempengaruhi kinerja pendidikan, pembelajaran, dan pengembangan.

Bagaimana kelas dikelola terbaik?

  1. Harapan untuk pengaturan kelas dan interaksi sosial dapat dipelajari dan dapat diajarkan menggunakan prinsip-prinsip perilaku yang terbukti dan instruksi kelas yang efektif.
  2. Pengelolaan kelas yang efektif didasarkan pada (a) menetapkan dan mengkomunikasikan harapan yang tinggi, (b) secara konsisten memelihara hubungan yang positif, dan (c) memberikan dukungan siswa tingkat tinggi.

Bagaimana guru dapat menilai kemajuan siswa?

  1. Penilaian formatif dan sumatif keduanya penting dan berguna tetapi memerlukan pendekatan interpretasi yang berbeda.
  2. Keterampilan siswa, pengetahuan, dan kemampuan yang terbaik diukur dengan proses penilaian didasarkan pada ilmu psikologi dengan standar yang ditetapkan untuk kualitas dan keadilan.
  3. Data penilaian yang bermakna tergantung pada interpretasi yang jelas, tepat, dan adil.

Sumber: American Psychological Association, Coalition for Psychology in Schools and Education. (2015). Top 20 principles from psychology for preK–12 teaching and learning.

Panduan Mengajar Anak-anak Membaca (Berbahasa Inggris)

Klik di Sini!
Show 0 Comments
No comments yet. Be the first.
%d blogger menyukai ini:
Essential SSL