Mengajar Membaca Dengan Metode Bermain Kartu Kata

metode bermain kartu kata baru

Tulisan ini merupakan edisi revisi dari tulisan aslinya yang berjudul “Bermain Kartu Kata, Metode Lain Mengajar Membaca Siswa Kelas I SD”.

Kami sengaja membuatnya menjadi tulisan baru dengan judul berbeda karena ada perubahan dan penambahan pada beberapa bagian tulisan, bahkan ada bagian tulisan yang dihilangkan dan ditambah baru sama sekali.

Ketika tulisan awal tersebut diterbitkan pada 25 Juni 2012, dasar pertimbangannya adalah tulisan yang paling banyak dibaca di gurusukses.com selama beberapa hari terakhir (100 kali dibaca dalam waktu lima hari terakhir menurut statistik situs), yakni tulisan berjudul “Mengajar Membaca di Kelas I SD”.

Kini, setelah beberapa tahun situs ini berkembang, view untuk tulisan dengan judul “Mengajar Membaca di Kelas I SD” sudah bertambah banyak. Bahkan, untuk satu hari saja tulisan tersebut bisa tampil (dibaca) lebih dari 100 kali. Misalnya, statistik tanggal 17 Juli 2018 menunjukkan tulisan tersebut tampil sebanyak 374 kali.

Demi memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembaca plus informasi terkini yang ditambahkan, maka tulisan versi revisi ini dibuat. Mari kita mulai!

Penggunaan Metode Bermain Kartu Kata Dalam Pembelajaran Membaca

Metode bermain kartu kata ini digunakan sebagai penguatan penguasaan siswa atas keterampilan membaca yang dimiliki. Jadi, siswa seharusnya sudah memiliki dasar pengenalan huruf dan kata, sudah bisa membaca sedikit-sedikit namun belum lancar.

Sebaiknya metode bermain kartu kata ini digunakan pada bulan-bulan setelah jeda tengah semester pertama tahun pelajaran baru, karena pada bulan-bulan ini sebagian besar siswa kelas I SD biasanya sudah memiliki kemampuan dasar membaca.

Adapun langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran membaca dengan metode barmain kartu kata adalah sebagai berikut:

Persiapan Sebelum Pelaksanaan Pembelajaran

  • Menginventarisasi dan menentukan kata-kata yang akan diajarkan dalam pembelajaran sesuai tema.

Misalnya, temanya adalah “menjaga kebersihan badan”, maka kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang terkait dengan menjaga kebersihan badan. Contohnya: mandi, sabun, segar, tiga, dua, baju, bersih, mencuci, air, dan lain-lain (guru dapat memilih kata-kata yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan siswa).

  • Membuat kartu kata, berupa kertas kover (asturo, buffalo) yang dipotong persegi panjang ukuran 20 cm x 8 cm, berisi kata-kata yang sudah dipilih di atas, satu kartu satu kata.

Membuat kartu suku kata, berupa kertas yang dipotong kecil-kecil berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10 cm x 8 cm, berisi suku kata dari kata-kata yang terpilih pada poin 2. Misalnya kartu kata mandi, maka kartu suku katanya ada dua yaitu man dan di.

Warna kertas pada kartu suku kata sebaiknya dibedakan dari warna kartu kata agar anak lebih mudah memilih.
  • Menyiapkan papan planel sebagai tempat menempel kartu kata atau kartu suku kata. Apabila papan planel tidak ada, guru dapat menggunakan meja siswa atau lantai kelas sebagai gantinya.

Pelaksanaan Pembelajaran

Pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai prosedur (tematik). Misalnya mulai dari bercerita, menyanyi, atau tanya jawab tentang kebersihan badan.

Ketika sampai pada kegiatan penguatan kemampuan membaca siswa, guru menggunakan metode bermain kartu kata seperti disebutkan di atas.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

Guru menanyakan beberapa kata yang terkait dengan kegiatan menjaga kebersihan badan kepada kelas secara umum. Setiap kata yang disebutkan anak, guru menempel kartu kata di papan planel, kemudian meminta anak untuk mengulangi mengucapkan kata tadi bersama-sama.

Variasi mengucapkan kata bisa dilakukan, misalnya dengan menanyakan ke seluruh kelas, bisa menyuruh beberapa siswa membaca, atau menanyakan kepada siswa bagaimana membacanya.

Kegiatan ini dilakukan hingga semua kata terkait tema yang sudah disiapkan dapat ditempel di papan planel;

Selanjutnya, guru menyuruh siswa berlatih membaca kata-kata yang tertempel di papan planel dalam hati, waktu kira-kira 10 menit. Yang belum tahu bagaimana membacanya dapat bertanya kepada teman di sebelahnya;

Guru dapat menugasi beberapa siswa untuk memilih beberapa kata yang tertempel, kemudian mencari pasangannya yaitu kartu suku kata. Kartu suku kata ini dipasang di bawah kartu kata, dan siswa membacanya keras-keras;

Guru membagi siswa di kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok mencari kelompok lain sebagai pasangan bermain. Satu kelompok mengambil dua atau tiga kata dari yang tertempel di papan, kemudian kelompok lainnya membuat kalimat berdasarkan kata-kata yang dipilihkan oleh kelompok lain.

Harus dipastikan bahwa setiap kelompok mendapatkan giliran memilih kartu kata dan membuat kalimat berdasarkan kartu kata terpilih.

Penilaian Pembelajaran

Untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran, guru dapat melakukan penilaian melalui pengamatan dan tugas.

Apabila Anda merasa artikel yang Anda baca di atas bermanfaat, sebarkan! Gunakan tombol berbagi di atas untuk membagikannya ke teman atau sahabat Anda agar mereka juga mendapatkan manfaat seperti Anda. Dukungan Anda akan menjadi energi tambahan bagi kami!
0 comments… add one
%d blogger menyukai ini:
Essential SSL