Lingkungan memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku dan perkembangan pribadi seseorang. Lingkungan yang damai akan memengaruhi pribadi yang berada di dalamnya berperilaku tenang dan damai.

Lingkungan yang aktif akan memengaruhi pribadi yang berada di dalamnya juga berperilaku aktif. Lingkungan yang kreatif pun akan memengaruhi pribadi yang berada di dalamnya berperilaku kreatif.

Hasil dari perilaku sehari-hari tersebut pada gilirannya akan memengaruhi perkembangan pribadi yang bersangkutan hingga dewasa.

Hal tersebut terjadi juga di dalam lingkungan kelas. Lingkungan kelas yang bersahabat akan memengaruhi anggota kelas untuk berperilaku bersahabat.

Lingkungan kelas yang saling menghargai akan memengaruhi individu yang berada di dalam kelas juga berperilaku menghargai sesama anggota kelas.

Sebaliknya, lingkungan kelas yang membiarkan anggotanya saling mencela, saling mencari kambing hitam, tidak bertanggung jawab, dll., pada akhirnya akan memengaruhi anggota kelas untuk berperilaku sama dengan anggota lainnya.

Pentingnya Penciptaan Lingkungan Kelas Yang Baik

Lingkungan kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Harus ada upaya sengaja yang dilakukan secara sungguh-sungguh agar lingkungan kelas yang diinginkan tersebut terwujud.

Sesungguhnya, seluruh warga kelas harus terlibat secara aktif dan sadar untuk menjadi warga kelas yang mendukung terwujudnya lingkungan kelas yang baik.

Artinya, seluruh warga kelas harus berusaha untuk selalu melakukan hal-hal yang membuat lingkungan kelas menjadi baik. Tidak boleh ada satu pun warga kelas yang bertindak kontraproduktif apalagi destruktif sehingga menghambat terwujudnya lingkungan kelas yang baik.

Jadi, lingkungan kelas yang baik tersebut harus diciptakan, tidak dibiarkan atau ditunggu hingga muncul dengan sendirinya.

Penciptaan lingkungan kelas yang baik (yang dilakukan secara sengaja dan sungguh-sungguh) tersebut penting, karena warga kelas (siswa) berasal dari lingkungan keluarga yang berbeda.

Ada yang berasal dari keluarga yang memang sudah membiasakan diri untuk berpikir dan bertindak yang baik sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Ada juga siswa yang berasal dari keluarga yang tidak menerapkan nilai-nilai di masyarakatnya.

Karena nilai-nilai yang dianut oleh keluarga siswa berbeda-beda, maka siswa pun akan menunjukkan perilaku yang berbeda-beda di kelas.

Sebab itu agar seluruh siswa di kelas memberikan kontribusi maksimal terhadap lingkungannya, mereka harus dididik, dilatih, atau dibiasakan dengan perilaku yang baik. Penciptaan lingkungan oleh seluruh siswa di kelas ini penting, agar kelas menjadi tempat terbaik untuk belajar.

Guru memegang peran vital dalam penciptaan lingkungan kelas yang baik ini. Peran guru bukan saja menjaga agar siswa yang berada di kelasnya melakukan hal-hal yang mendukung terciptanya lingkungan kelas yang baik–yang berarti juga mencegah terjadinya pelanggaran atau tindakan yang kontraproduktif apalagi destruktif–, melainkan juga harus menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga dan mendukung terwujudnya lingkungan kelas yang baik.

Jadi, guru harus juga mengajarkan nilai-nilai terpilih kepada siswa, untuk selanjutnya diamalkan bersama-sama dalam kehidupan sehari-hari di kelas.

Manfaat Lingkungan Kelas Yang Bersahabat Dan Saling Menghargai

Lingkungan kelas yang bersahabat dan saling menghargai sangat dibutuhkan untuk terselenggaranya proses pembelajaran yang produktif.

Proses pembelajaran yang produktif adalah proses pembelajaran di mana pesertanya mengikuti seluruh aktivitas secara maksimal, sekaligus menghasilkan keluaran yang maksimal pula.

Misalnya, jika proses pembelajaran terkait dengan penguasaan kompetesi pengetahuan, maka nilai hasil belajar siswa adalah maksimal (misalnya standarnya 80% ke atas).

Jika pembelajarannya berkaitan dengan pencapaian kompetensi keterampilan, maka siswa dapat benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan atau dilatihkan dalam prosaes pembelajaran.

Bagaimana Menciptakan Lingkungan Kelas Yang Bersahabat dan Saling Menghargai?

Untuk menciptakan lingkungan kelas yang bersahabat dan saling menghargai, guru perlu membuat aturan main yang disepakati bersama oleh seluruh kelas. Aturan main ini dapat berupa kewajiban, anjuran, dan larangan.

Selain itu, guru juga perlu membuat aturan tentang penghargaan dan sanksi. Penghargaan diberikan kepada warga kelas yang berhasil melaksanakan kewajiban dan atau anjuran sekaligus menghindar dari melanggar larangan. Sanksi diberikan kepada siswa yang tidak melaksanakan kewajiban dan atau anjuran atau melanggar larangan.

Sebagai tambahan, komunikasi guru kepada siswa, siswa kepada sesama siswa, atau siswa kepada guru harus tetap terjaga agar tidak menimbulkan perasaan “diremehkan”, “terhina”, “tersakiti”, atau perasaan negatif lainnya di antara warga kelas.

Guru tetap mengeluarkan kata-kata yang baik dan santun terhadap siswa, siswa juga selalu berkata-kata yang baik dan santun terhadap teman sekelasnya, apalagi terhadap guru.