Lima Alasan Mengapa Guru Perlu Menerapkan Flipped Classroom

Ada banyak alasan mengapa guru perlu menerapkan pembelajaran model flipped classroom (model pembelajaran kelas terbalik). Berikut kami sajikan lima alasan penting mengapa guru perlu menerapkan model kelas terbalik ini di kelasnya.

1. Pembelajaran video sesuai bahasa siswa. Era sekarang adalah era teknologi, yang menuntut segalanya bergerak cepat, enak, dan menyenangkan. Siswa pun mengalami hal yang sama. Siswa sekarang berbeda dengan siswa di era 70-an. Di tahun ketika penulis masih sekolah belum banyak gangguan untuk belajar. Siswa dapat berlama-lama berada di depan buku pelajaran, membaca, menghafal, membuat catatan, dan lain-lain. Sekarang tidak lagi! Tayangan tv yang bagus-bagus telah mengubah ketertarikan siswa. Siswa lebih suka berlama-lama di depan tv daripada di meja belajar. Bahkan siswa mulai terbiasa dengan belajar sambil nonton tv. Hal ini karena nonton tv rupanya lebih enak dan lebih menyenangkan daripada belajar. Akibatnya bisa dipastikan, belajarnya tidak efektif dan hasilnya pun tidak optimal. Melalui video yang disiapkan dalam model flipped classroom, guru dapat mengubah ketertarikan siswa ke nonton video pembelajaran. Ya, formatnya video, tetapi kontennya pembelajaran. Siswa tetap dapat nonton, mereka senang, dan mendapatkan materi belajar. Dengan demikian, proses belajar siswa menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Dampaknya, tentunya, hasil belajar menjadi lebih baik.

2. Flipped classroom lebih efektif. Ketika siswa belajar di kelas dalam pembelajaran tradisional, mereka seringkali mendengarkan ceramah guru. Kenyataannya, siswa tidak bisa berlama-lama fokus pada ceramah guru. Akibatnya, meskipun guru begitu bersemangat dalam pembelajaran (menjelaskan materi pelajaran – atau ceramah tentang materi pelajaran), banyak siswa yang mulai melakukan aktivitas lain. Bukannya mendengarkan atau memperhatikan penjelasan guru, mereka malah bermain dengan teman di sebelahnya, atau saling mengganggu teman-teman sebelah. Ada juga yang mulai menyandarkan kepalanya di bangku, menunjukkan bahwa mereka tidak bergairah terhadap pembelajaran yang dilakukan guru di kelas. Akibatnya tentunya hasil belajar rendah. Dalam model flipped classroom, di mana siswa menonton video belajar di rumah, siswa dapat mengatur sendiri kecepatan belajarnya. Mereka dapat memutar ulang video berkali-kali untuk memastikan bahwa mereka telah menguasai materi pelajaran. Mereka dapat meminta guru untuk mengulangi penjelasan (dengan cara me-rewind) sebanyak yang mereka mau. Dengan cara ini kemungkinan untuk berhasil mencapai tujuan belajar akan lebih besar dibandingkan dengan ketika siswa hanya mendengarkan ceramah guru di kelas, yang biasanya hanya dilakukan sekali atau dua, tidak banyak pengulangan dalam penjelasan. Dengan demikian, pembelajaran model flipped classroom menjadi lebih efektif.

3. Siswa terlatih untuk bekerja mandiri dan bertanggung jawab. Karena siswa mempelajari materi pelajaran di rumah, maka mereka akan terbiasa untuk bekerja seara mandiri. Apabila siswa belajar di rumah dengan video, maka keterampilan yang mereka butuhkan adalah bagaimana memilih video, menekan tombol play, pause, rewind, dan stop. Mereka dapat mengulang-ulang menekan tombol-tombol dimaksud sesuai dengan kebutuhan mereka dan sesering yang mereka butuhkan, agar mereka betul-betul menguasai materi pelajaran yang mereka pelajari. Jika dengan cara tersebut siswa masih juga belum dapat menguasai materi pelajaran yang dipelajari, mereka dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan kepada guru ketika proses belajar di kelas berlangsung untuk mendapatkan penjelasan atau bantuan guru. Dengan demikian, mereka secara tidak langsung juga berlatih bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.

4. Pembelajaran di kelas lebih mempribadi dan menyeluruh. Proses pembelajaran di kelas diawali dengan diskusi secara umum tentang materi pelajaran yang sudah dipelajari siswa di rumah. Selanjutnya guru memastikan bahwa seluruh siswa sudah menguasai materi yang dimaksudkan. Apabila masih terdapat satu dua siswa yang mengalami kesulitan dalam penguasaan materi dari video (dibuktikan dengan pertanyaan siswa), guru menjelaskan kepada mereka. Jika sebagian besar siswa mengajukan pertanyaan yang sama, maka guru akan mengulang menjelaskan pelajaran secara klasikal. Tetapi jika pertanyaan yang muncul berbeda-beda, maka guru menjelaskan secara pribadi kepada masing-masing siswa. Langkah selanjutnya bisa kerja laboratorium, tugas bersama, atau penilaian. Dengan cara ini proses pembelajaran di kelas lebih menyeluruh dan mempribadi.

5. Siswa bermasalah lebih terbantu. Dalam flipped classroom siswa yang paling banyak mengalami kesulitan mendapatkan bantuan paling banyak. Sebagaimana disebutkan di atas, ketika siswa menonton video belajar di rumah, mereka sekaligus menyiapkan pertanyaan-pertanaan tentang hal-hal yang belum mereka mengerti atau kuasai. Kemudian, dalam pembelajaran di kelas, pertanyaan-pertanyaan tersebut disampaikan kepada guru dan guru menjawab pertanyaan tersebut atau menjelaskan ulang tentang hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa. Apabila pertanyaan bersifat umum (sebagian besar mengajukan pertanyaan yang sama), maka guru menjelaskan ulang materi pelajaran secara umum (klasikal). Namun jika pertanyaan bersifat khusus (masing-masing siswa mengajukan pertanyaan yang berbeda), maka guru menjawab atau menjelaskan secara khusus. Dalam hal ini, siswa yang mengajukan pertanyaan paling banyak akan mendapatkan jawaban (bantuan) paling banyak pula. Dengan demikian, siswa yang paling banyak bermasalah juga paling banyak mendapatkan bantuan.

Catatan:

  1. Bantuan tidak selamanya dari guru. Siswa yang telah menguasai materi bisa juga dilibatkan untuk membantu teman-temannya yang masih mengalami kesulitan.
  2. Ketika guru memberikan bantuan pribadi kepada siswa yang mengalami kesulitan, siswa lain yang telah menguasai materi pelajaran dapat diberi tugas untuk penguatan atau pengayaan, misalnya tugas lab, membuat laporan, atau membantu siswa lain yang mengalami kesulitan.

Panduan Mengajar Anak-anak Membaca (Berbahasa Inggris)

Klik di Sini!
No comments yet. Be the first.
%d blogger menyukai ini:
Essential SSL