Bagaimana Merancang Penilaian Pembelajaran Yang Ideal?

Penilaian Pembelajaran Ideal

Salah satu cara untuk mengukur keberhasilan pembelajaran adalah melalui penilaian pembelajaran. Penilaian pembelajaran ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah kegiatan pembelajaran.

Dalam standar proses (Permendikbud No. 22 Tahun 2016) disebutkan bahwa kegiatan guru dalam pengelolaan pembelajaran meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Bagaimana merancang penilaian pembelajaran yang ideal?

Penilaian Hasil Pembelajaran

Sumber yang kita jadikan acuan dalam membahas topik ini adalah Permendibud No. 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Menurut Permendikbud tersebut, yang dimaksud dengan penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas:

a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;
b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Tulisan ini khusus membahas penilaian yang pertama, yakni penilaian hasil belajar oleh pendidik.

Penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah meliputi aspek: a. sikap; b. pengetahuan; dan c. keterampilan.

Penilaian sikap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik.

Penilaian pengetahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta didik.

Penilaian keterampilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu.

Ragam dan bentuk penilaian hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: (1) Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan; dan (2) Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk: (a) mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik; (b) memperbaiki proses pembelajaran; dan (c) menyusun laporan kemajuan hasil belajar harian, tengah semester, akhir semester, akhir tahun dan/atau kenaikan kelas.

Tulisan ini khusus berhubungan dengan penilaian aspek pengetahuan.

Merancang Penilaian Hasil Pembelajaran Yang Ideal

Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan: (1) menyusun perencanaan penilaian; (2) mengembangkan instrumen penilaian; (3) melaksanakan penilaian; (4) memanfaatkan hasil penilaian; dan (5) melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.

Merancang penilaian pembelajaran dimulai dari menyusun perencanaan penilaian. Sumber yang dijadikan acuan adalah Silabus. Dalam silabus telah ditetapkan indikator penilaian. Dari indikator keberhasilan inilah kemudian disusun kisi-kisi soal, untuk selanjutnya disusun instrumen penilaian (soal atau tugas) untuk mengukur keberhasilan pembelajaran.

Untuk penilaian yang ideal, Charlotte Danielson dalam bukunya Enhancing Professional Practice: A Framework for Teaching menunjukkan empat element penting dalam penilaian, meliputi: kriteria penilaian, pemantauan belajar siswa, umpan balik kepada siswa, serta penilaian diri siswa dan pemantauan kemajuan.

Kriteria penilaian. Sebuah penilaian dikatakan lemah apabila siswa tidak mengetahui kriteria dan standar kinerja dimana pekerjaan mereka akan dinilai. Sebuah penilaian dikatakan cukup apabila siswa mengetahui beberapa kriteria dan standar kinerja dimana pekerjaan mereka akan dinilai. Sebuah penilaian dikatakan baik apabila siswa sepenuhnya menyadari kriteria dan standar kinerja dimana pekerjaan mereka akan dinilai. Dan, sebuah penilaian dikatakan ideal apabila siswa sepenuhya menyadari kriteria dan standar kinerja dimana pekerjaan mereka akan dinilai dan berkontribusi dalam pengembangan kriteria.

Pemantauan belajar siswa. Sebuah penilaian dikatakan lemah apabila guru tidak memantau belajar siswa. Sebuah penilaian dikatakan cukup apabila guru memantau kemajuan kelas secara keseluruhan tetapi tidak memperoleh informasi diagnostik. Sebuah penilaian dikatakan baik apabila guru memantau kemajuan kelompok siswa dalam kurikulum, menggunakan petunjuk diagnostik secara terbatas untuk mendapatkan informasi. Sebuah penilaian dikatakan ideal apabila guru secara aktif dan sistematik memperoleh informasi diagnostik dari siswa secara perorangan mengenai pemahaman mereka tentang kemajuan siswa secara perorangan.

Umpan balik kepada siswa. Sebuah penilaian dikatakan lemah apabila kualitas umpan balik guru terhadap siswa rendah dan tidak diberikan pada waktu yang tepat. Sebuah penilaian dikatakan cukup apabila umpan balik guru kepada siswa tidak merata, dan ketepatan waktunya tidak konsisten. Sebuah penilaian dikatakan baik apabila umpan balik guru kepada siswa tepat waktu dan secara konsisten berkualitas tinggi. Sebuah penilaian dikatakan ideal apabila umpan balik guru kepada siswa tepat waktu dan secara konsisten berkualitas tinggi, dan siswa memanfaatkan umpan balik dalam belajar mereka.

Penilaian diri siswa dan pemantauan kemajuan. Sebuah penilaian dikatakan lemah apabila siswa tidak terlibat dalam penilaian diri dan pemantauan kemajuan. Sebuah penilaian dikatakan cukup apabila siswa kadang-kadang menilai pekerjaan mereka sendiri terhadap kriteria penilaian dan ukuran kinerja. Sebuah penilaian dikatakan baik apabila siswa sering menilai dan memantau kualitas pekerjaan mereka sendiri terhadap kriteria penilaian dan ukuran kinerja. Sebuah penilaian dikatakan ideal apabila siswa bukan saja sering menilai dan memantau kualitas pekerjaan mereka sendiri terhadap kriteria penilaian dan ukuran kinerja tetapi juga aktif menggunakan informasi tersebut dalam belajar mereka.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian pembelajaran yang ideal, setidaknya meliputi elemen di bawah ini:

  • Ada kriteria penilaian dan standar kinerja, seluruh siswa mengetahui kriteria penilaian dan standar kinerja dimana pekerjaan mereka akan dinilai; lebih baik jika siswa dilibatkan dalam penyusunan kriteria dan standar kinerja tentang penilaian pekerjaan mereka;
  • Kriteria penilaian dan standar kinerja disusun dengan mempertimbangkan hasil pemantauan belajar siswa yang dilakukan oleh guru secara aktif dan sistematik;
  • Guru memberikan umpan balik kepada siswa tepat waktu dan secara konsisten berkualitas tinggi (berdasarkan hasil penilaian), siswa memanfaatkan umpan balik dalam belajar mereka;
  • Siswa sering melakukan penilaian diri dan memantau kualitas pekerjaan sendiri mengacu kriteria penilaian dan standar kinerja, sekaligus menggunakan informasi yang diperoleh dalam belajar mereka.

 

0 comments… add one
%d blogger menyukai ini:
Essential SSL