interaksi sosial di kelas

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang interaksi sosial di kelas yang berjudul “Interaksi Sosial di Kelas: Berkualitas versus Tidak Berkualitas”. Jika Anda belum membaca artikel tersebut, agar mendapatkan pemahaman yang utuh, sebaiknya baca dahulu artikel tersebut di sini.

Pada tulisan ini akan disajikan bagaimana seorang guru dapat membangun interaksi sosial yang berkualitas di kelas yang dipimpinnya, sehingga seluruh siswa di kelas berhasil membiasakan diri dan menjalani kehidupan kelas yang bermartabat sekaligus mencapai prestasi belajar yang tinggi–menjadi manusia yang bermartabat dan berprestasi tinggi di bidangnya.

Manfaat Interaksi Sosial Yang Berkualitas Di Kelas

Terwujudnya interaksi sosial yang berkualitas di kelas ini penting karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan warga kelas dalam pencapaian prestasi, baik prestasi individu sebagai manusia maupun prestasi pembelajaran di kelas.

Kita tahu bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan di mana anak paling sering berada di dalamnya tentunya memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap pembentukan kepribadian anak.

Dengan demikian, perilaku orang-orang baik dan kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan oleh orang-orang anggota lingkungan di mana anak sering berada di dalamnya (berinteraksi) tentu akan mempengaruhi pembentukan pribadi anak menjadi pribadi yang baik.

Di sekolah, sebagian besar waktu siswa digunakan untuk berinteraksi dengan warga kelas (baik dengan guru maupun dengan sesama teman di kelas). Dengan begitu pengaruh warga kelas sangat kuat terhadap pembentukan pribadi siswa — dan ini terwujud melalui interaksi sosial di kelas — yang terjadi secara timbal balik. Itu sebabnya, interaksi sosial di kelas harus dikelola dengan benar, supaya hanya perilaku yang baik dan berkualitas yang berkembang di kelas.

Baca juga: “Menciptakan Lingkungan Kelas Yang Bersahabat Dan Saling Menghargai”.
Atau: “Implikasi Tugas Guru Berdasarkan Prinsip-prinsip Pembelajaran Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016”.

Beberapa manfaat dari terwujudnya interaksi sosial yang berkualitas dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Mendukung terwujudnya kelas yang berprestasi dan bermartabat;
  2. Menghilangkan keinginan untuk berperilaku buruk bagi warga kelas;
  3. Membangun karakter siswa menjadi lebih mudah;
  4. Mengurangi atau menghilangkan terjadinya korban pelecehan terhadap warga kelas;
  5. Terbangunnya kelas yang kompak, solid, dengan prestasi tinggi.

Kerugian Jika Guru Tidak Membangun Interaksi Sosial Yang Berkualitas Di Kelasnya

Tidak terselenggarakannya interaksi sosial yang berkualitas di kelas akan berdampak negatif bagi kemajuan kelas. Kelas berlangsung seakan tanpa aturan. Siapa kuat, dialah yang menang. Siswa yang kuat akan mengendalikan dan mempengaruhi siswa yang lemah.Yang kuat menjadi pemimpin, dan yang lemah menjadi pengikut.

Jika siswa kuat ini berperilaku negatif, maka siswa lain pun akan terpengaruh, dan mereka akan melakukan hal yang sama yang diinginkan oleh siswa yang kuat. Hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur kita, dan bertentangan pula dengan tujuan pendidikan kita. Kelas yang demikian sangat sulit diharapkan berprestasi.

Cara Membangun Interaksi Sosial Yang Berkualitas Di Kelas Anda

Bagaimana membangun interaksi sosial yang berkualitas di kelas? Berikut adalah beberapa saran yang dapat diterapkan untuk membangun interaksi sosial yang berkualitas di kelas (hanya beberapa, Anda dapat menambahkannya sendiri berdasarkan situasi dan kondisi di kelas Anda):

  1. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan;
  2. Hargai setiap individu di kelas;
  3. Gunakan bahasa yang santun;
  4. Hindari penggunaan kata-kata negatif dalam pembelajaran;
  5. Buat aturan kelas yang baik berdasarkan masukan siswa;
  6. Berikan tanggung jawab lebih kepada siswa yang kuat untuk keberhasilan kelas;
  7. Bangun kekompakan dan kerja sama yang solid di antara warga kelas.

Penting untuk dibaca: “Mengenal 20 Prinsip Belajar Mengajar Menurut Psikologi”.
Termasuk yang ini: “Siswa Acuh Tak Acuh Dalam Belajar, Haruskah Dibiarkan?”

Semoga menginspirasi dan bermanfaat.