interaksi sosial di kelas

Bagaimana Membangun Interaksi Sosial Yang Berkualitas Di Kelas Anda?

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang interaksi sosial di kelas yang berjudul “Interaksi Sosial di Kelas: Berkualitas versus Tidak Berkualitas”. Jika Anda belum membaca artikel tersebut, agar mendapatkan pemahaman yang utuh, sebaiknya baca dahulu artikel tersebut di sini. Pada tulisan ini akan disajikan bagaimana seorang guru dapat membangun interaksi sosial yang berkualitas di kelas yang dipimpinnya, sehingga seluruh siswa di kelas berhasil membiasakan diri dan menjalani kehidupan kelas yang bermartabat sekaligus mencapai prestasi belajar yang tinggi–menjadi manusia yang bermartabat dan berprestasi tinggi di bidangnya. Manfaat Interaksi Sosial Yang Berkualitas Di Kelas Terwujudnya interaksi sosial yang berkualitas di kelas ini penting karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan warga kelas dalam… Read More

Continue Reading
interaksi sosial di kelas

Interaksi Sosial di Kelas: Berkualitas versus Tidak Berkualitas

Anda pernah belajar di sekolah — baik di jenjang SD, SMP, SMA, atau Perguruan Tinggi. Mari kita sejenak melakukan flashback. Coba Anda ingat-ingat salah seorang guru favorit Anda (boleh ketika Anda sedang belajar di SD, SMP, SMA, atau di bangku kuliah). Jika Anda sudah nenemukan seseorang yang menjadi guru favorit Anda, coba ingat-ingat, mengapa Beliau menjadi guru favorit Anda? Kata-kata atau tindakan apa dari Beliau yang membuat Anda memfavoritkannya? Biasanya, seorang guru difavoritkan oleh para siswa karena perlakuan yang baik dari guru terhadap para siswa. Guru yang memahami siswanya, guru yang santun dan sayang kepada siswa, guru yang tidak menakuti atau bahkan “menyakiti” siswa. Guru favorit adalah guru yang selalu… Read More

Continue Reading
14 prinsip pembelajaran

Implikasi Tugas Guru Berdasarkan Prinsip-prinsip Pembelajaran Menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016

Menurut Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI), terdapat 14 prinsip pembelajaran yang harus digunakan dalam penyelenggaraan proses pembelajaran di kelas. Sehubungan hal tersebut, maka guru dalam menyusun perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran harus benar-benar mempertimbangkan 14 prinsip pembelajaran dimaksud. Dengan kata lain, dalam mengelola proses pembelajaran, guru harus melakukan perubahan dari yang biasanya dilakukan, sejak penyusunan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran hingga penilaian pembelajaran. Di bawah ini adalah contoh implikasi tugas atau kegiatan siswa dan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas berdasarkan 14 prinsip pembelajaran. No. Prinsip Pembelajaran Siswa… Read More

Continue Reading
otak kehabisan oksigen

Jangan Biarkan Otak Mati Gara-gara Kehabisan Oksigen

Tubuh manusia itu sangat kompleks. Kita memiliki banyak sistem organ yang berbeda, yang masing-masing bertanggung jawab untuk tugas yang berbeda. Sistem organ yang paling penting adalah sistem saraf yang membawa sinyal di antara bagian tubuh yang berbeda sekaligus mengkoordinasikan setiap tindakan yang kita lakukan. Di pusat sistem saraf terdapat otak dan sumsum tulang belakang. Mereka merupakan supervisor bagi semua fungsi tubuh. Sistem saraf pusat (central nervous system-CNS) terhubung dengan sistem saraf periferal (peripheral nervous system-PNS) yang merupakan sebagian besar saraf yang menghubungkan bagian-bagian tubuh lain ke otak kita. Tulisan ini akan menyajikan informasi tentang anatomi otak manusia sebagai bahan pertimbangan bagaimana kita menjaganya agar tetap sehat dan berfungsi baik. Anatomi… Read More

Continue Reading

Menyambut Siswa Baru Kelas I SD di Hari Pertama Masuk Sekolah

Hari-hari pertama masuk sekolah memegang peranan penting bagi siswa karena hari-hari itu (biasanya tiga hari) akan memberikan kesan positif atau negatif bagi siswa terhadap kelas yang diikutinya. Jika kesannya positif, maka akan membawa pengaruh positif pula bagi siswa pada hari-hari berikutnya. Begitu pula, jika kesan pertama itu negatif, maka para siswa pun akan memandang nagatif pada kelasnya. Misalnya ketika di hari-hari pertama masuk sekolah siswa merasa gembira, nyaman, bergairah di kelas itu karena gurunya yang menyambut dengan penuh antusias, teman-temannya baik, maka mereka akan senang berada di kelas itu. Sebaliknya, jika hari-hari pertama itu siswa mendapatkan kesan yang negatif, gurunya cuek, teman-temannya tidak bersahabat, suasana lingkungan belajarnya juga tidak menyenangkan,… Read More

Continue Reading