Belajar, Teori dan Implementasinya dalam Pembelajaran (3)

Melanjutkan pembahasan tentang teori belajar populer, berikut adalah teori ketiga, yang dikenal dengan teori belajar sosial (social learning theory). Teori belajar sosial memandang bahwa seseorang dapat belajar, baik dengan cara mengamati maupun melalui pengalaman langsung. Menurut teori belajar sosial, seseorang dapat belajar dengan mengamati apa yang terjadi pada orang lain, dengan cara diberikan cerita tentang sesuatu, atau melalui pengalaman langsung. Contoh yang mudah untuk konteks ini adalah bahwa sebagian besar dari yang telah kita pelajari berasal dari aktivitas melihat model atau tokoh–orang tua, guru, pasangan, bintang film, para tokoh, pimpinan perusahaan, dan semacamnya. Meskipun teori belajar sosial merupakan perpanjangan dari operant conditioning–yang beranggapan bahwa perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi– teori… Read More

Continue Reading

Belajar, Teori dan Implementasinya dalam Pembelajaran (2)

Dalam artikel pertama tentang teori belajar saya sudah menyampaikan teori classical conditioning milik Pavlov, mulai dari konsep dasar hingga implementasinya dalam pembelajaran. Pada tulisan ini saya akan melanjutkan menyampaikan teori kedua dari teori belajar populer, yakni teori operant conditioning learning. Operant conditioning (pengkondisian operan) adalah sebuah bentuk pengkondisian di mana perilaku sukarela yang diinginkan akan menuju pada penghargaan atau mencegah hukuman. Operant conditioning beralasan bahwa perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi. Orang-orang belajar berperilaku untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan atau untuk menghindari sesuatu yang tidak mereka inginkan. Niat untuk mengulangi perilaku-perilaku tertentu dipengaruhi oleh penguatan atau kurangnya penguatan sebagai konsekuensi perilaku. Sebab itu penguatan (reinforcement) memperkuat sebuah perilaku dan meningkatkan kecenderungan… Read More

Continue Reading