Belajar, Teori dan Implementasinya dalam Pembelajaran (1)

Belajar, sebagaimana definisi yang diterima secara umum, adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen yang terjadi sebagai akibat dari suatu pengalaman. Berdasarkan definisi tersebut terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi agar suatu kegiatan dapat disebut belajar, yaitu: (1) ada perubahan perilaku, (2) perubahan perilaku itu relatif permanen, dan (3) perubahan perilaku yang relatif permanen itu diperoleh karena pengalaman. Terdapat tiga teori belajar yang tetap populer hingga sekarang. Ketiga teori belajar tersebut adalah  classical conditioning, operant conditioning, dan social learning theory. Dalam tulisan ini akan dibahas teori belajar classical conditioning beserta implementasinya dalam pembelajaran. Teori Belajar Classical Conditioning Classical conditioning merupakan sebuah bentuk pengkondisian di mana seorang individu merespon rangsangan yang… Read More

Continue Reading

Bermain Kartu Kata, Metode Lain Mengajar Membaca Siswa Kelas I SD

Dari statistik situs ini saya menemukan bahwa tulisan yang paling banyak dibaca oleh pengunjung selama beberapa hari terakhir adalah tulisan yang berjudul “Mengajar Membaca di Kelas I SD“. Dalam lima hari terakhir hingga tulisan ini dibuat, artikel itu telah dibaca lebih dari 100 kali dan selalu menduduki posisi teratas. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar pengunjung situs ini tertarik pada artikel pembelajaran di kelas rendah khususnya tentang metode pembelajaran membaca. Pada tulisan ini saya akan menambahkan satu lagi metode mengajar membaca siswa kelas I SD, yaitu metode bermain kartu kata. Metode bermain kartu kata ini digunakan sebagai penguatan penguasaan siswa atas keterampilan membaca yang dimiliki. Jadi, siswa seharusnya sudah memiliki… Read More

Continue Reading

Kapala Sekolah Dasar, antara Memimpin dan Mengelola Guru

Ada perbedaan mendasar antara memimpin (to lead) dan mengelola (to manage). Memimpin bersangkut-paut dengan upaya mempengaruhi orang untuk bekerja mencapai tujuan yang ditetapkan dengan penuh gairah. Mengelola berkaitan dengan upaya agar segala yang harus dikerjakan benar-benar dikerjakan oleh orang lain sehingga tujuan organiasi tercapai. Dalam konteks sekolah, seorang kepala sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer bagi guru dan karyawan yang berada di sekolah. Sebagai pemimpin, kepala sekolah memotivasi, menginspirasi, mengarahkan, mendorong dan mengajak agar warga sekolah (terutama guru dan karyawan di sekolah) bekerja menjalankan tugasnya demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh gairah dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, kepala sekolah bertanggung jawab atas kesejahteraan warga sekolah, suasana saling menghormati,… Read More

Continue Reading

Pembelajaran Yang Tidak Mencerdaskan

Beberapa hari lalu saya memposting tulisan berjudul “Merancang Pembelajaran Yang Mencerdaskan“. Sebagian pembaca bertanya: Adakah pembelajaran yang tidak mencerdaskan? Kalau ada, apa ciri-cirinya? Dan bagaimana agar kita tidak terjebak dalam pelaksanaan pembelajaran yang tidak mencerdaskan? Berikut adalah penjelasannya. Pembelajaran yang tidak mencerdaskan memang ada. Yaitu pembelajaran yang tidak mampu mengubah siswa menjadi lebih cerdas daripada sebelumnya. Ciri-ciri pembelajaran yang tidak mencerdaskan: (1) pembelajaran hanya berupa penyampaian materi pelajaran tanpa penguasaan oleh siswa; (2) pembelajaran hanya berpusat pada kegiatan guru tanpa melibatkan keaktifan siswa secara menyeluruh; (3) pembelajaran tidak menginspirasi siswa menuju kesuksesan hidup! Pembelajaran yang tidak mencerdaskan tergolong ke dalam pembelajaran yang tidak bermakna. Agar tidak terjebak pada pembelajaran yang… Read More

Continue Reading

Merancang Pembelajaran Yang Mencerdaskan (2)

Pada tulisan berjudul “Merancang Pembelajaran Yang Mencerdaskan“, saya sudah memasukkan dua jenis kecerdasan ganda milik Howard Gardner, yaitu kecerdasan visual-spasial dan kecerdasan kinestetik-jasmani. Berikut adalah jenis kecerdasan lain yang termasuk di dalam multiple intelligences sebagaimana ditulis Howard Gardner. Musik. Menunjukkan kepekaan terhadap irama dan suara. Mereka mencintai musik, tapi mereka juga sensitif terhadap suara di lingkungan mereka. Mereka dapat belajar lebih baik dengan musik di latar belakang. Mereka dapat diajarkan dengan memutar pelajaran ke dalam lirik, berbicara berirama, penyadapan keluar waktu. Alat termasuk alat musik, musik, radio, stereo, CD-ROM, multimedia. Interpersonal. Pemahaman, berinteraksi dengan orang lain. Siswa-siswa belajar melalui interaksi. Mereka memiliki banyak teman, empati terhadap orang lain, jalan cerdas.… Read More

Continue Reading