Merancang Pembelajaran Yang Menarik

Suatu hari, ketika saya meminta pendapat beberapa siswa kelas V-VI Sekolah Dasar perihal pembelajaran yang menarik sehingga menjadikan mereka berprestasi lebih baik, saya mendapatkan jawaban yang menakjubkan. Betapa tidak, siswa yang rata-rata berumur di bawah 11 tahun itu bisa memberikan jawaban yang cukup lengkap bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas, suatu jawaban yang biasanya hanya muncul dari guru-guru berpengalaman. Inilah rangkuman jawaban mereka jika dikalimatkan ulang: Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang di dalamnya ada cerita, ada nyanyian, ada tantangan, dan ada pemenuhan rasa ingin tahu siswa. Gurunya santai dan humoris, namun memiliki kesungguhan dalam membantu siswa menguasai materi pelajaran melalui cara-cara yang mudah, cepat, dan menyenangkan. Gurunya mengerti dan… Read More

Continue Reading
mengajar-mengembangkan potensi siswa

Mengajar, Mengembangkan Potensi Siswa

Gaya guru dalam mengajar di kelas, pada umumnya dipengaruhi oleh persepsi guru itu sendiri tentang mengajar. Jika seorang guru bepersepsi bahwa mengajar adalah menyampaikan ilmu pengetahuan, maka dalam mengajar guru tadi cenderung menempatkan siswa sebagai wadah yang harus diisi oleh guru. Praktiknya, guru menerangkan pelajaran dan siswa memperhatikan. Pada kesempatan lain, siswa diuji tentang kemampuannya menangkap materi yang telah diajarkan oleh guru. Jika siswa tidak mampu memberikan jawaban secara benar, kesalahan cenderung ditimpakan kepada siswa. Begitu pula jika guru bepersepsi lain, maka gaya mengajarnya pun akan lain. Gaya guru mengajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Definisi Mengajar Fox, seorang ahli pendidikan dari Inggris, menemukan bahwa guru-guru mendefinisikan tujuan mengajar… Read More

Continue Reading

Mengajar dengan Cinta

Tugas utama guru sebagai agen pembelajaran adalah mengajar siswa di kelas yang diampunya. Ketika mengajar, seorang guru tidak bekerja sendirian melainkan membutuhkan kerja sama orang lain yakni siswa yang diajar. Sebab itu apabila guru mampu memasukkan unsur cinta ketika mengajar, maka hasilnya tentu akan lebih baik dan membahagiakan. Mengajar dengan cinta merupakan salah satu upaya untuk memudahkan guru mencapai keberhasilan. Seperti telah umum ketahui, bahwa sebagai agen pembelajaran, guru tidak bekerja sendirian. Dia membutuhkan kerja sama dan dukungan dari orang lain, terutama siswa atau peserta didiknya. Melalui siswa inilah keberhasilan atau kegagalan seorang guru lebih mudah diketahui. Boleh dikatakan, keberhasilan seorang guru sangat ditentukan oleh keberhasilan murid-muridnya. Begitu pula, kegagalan… Read More

Continue Reading

Memahami Indera Belajar Siswa

Pada dasarnya orang mengenal dunia luar melalui inderanya. Bagi orang kebanyakan, lima indera yang dikenal dengan sebutan pancaindera merupakan alat yang dianugerahkan Tuhan untuk mengenali dunia luar. Kelima indera itu adalah penglihat (mata), pendengar (telinga), pembau (hidung), pengecap (lidah), dan peraba (kulit). Bagaimana dengan siswa belajar? Bagi siswa, umumnya mereka belajar melalui visual (yang dapat dilihat atau diamati), auditorial (yang dapat didengar), atau kinestetik (yang dapat digerakkan atau dimanipulasi), meskipun kadang-kadang juga menggunakan pengecap dan peraba. Ketiga indera belajar siswa yang sering digunakan ini dikenal dengan sebutan V-A-K (Visual-Auditorial-Kinestetik). Bagi siswa tipe Visual, mereka akan lebih mudah belajar apabila menggunakan grafik, gambar, chart, model, dan semacamnya. Sementara bagi siswa tipe… Read More

Continue Reading

Menguatkan Peran Guru Sebagai Agen Pembelajaran

Banyak tugas harus dilaksanakan oleh guru sebagai orang yang sangat berperan dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah sebagai agen pembelajaran. Guru sebagai agen pembelajaran berperan memfasilitasi siswa agar dapat belajar secara nyaman dan berhasil menguasai kompetensi yang sudah ditentukan. Untuk itu guru sebagai agen pembelajaran ini perlu merancang, agar proses pembelajaran berjalan lancar, dan mencapai hasil optimal. Tiga hal harus dipertimbangkan dalam menyusun rancangan pembelajaran, yakni: persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Apabila ketiga hal ini sudah terlaksana, maka satu tambahan yang harus dipertimbangkan agen pembelajaran adalah melakukan refleksi. Berikut ini disajikan penjelasan singkat mengenai hal-hal dimaksud. Persiapan. Apa pun pekerjaan kita, apabila kita menginginkan hasil maksimal, maka kita harus membuat persiapan… Read More

Continue Reading