Kepemimpinan Transaksional

by admin

Berbeda dari kepemimpinan transformasional sebagaimana posting sebelumnya, kepemimpinan transaksional merupakan kepemimpinan yang menitikberatkan kepatuhan kelompok kepada pemimpinnya karena adanya imbalan jika berhasil atau sanksi jika gagal. Dengan kata lain, orang-orang yang dipimpin bekerja atau melaksanakan aturan karena ingin mendapatkan imbalan atau karena mereka takut terkena sanksi atau tindakan hukuman oleh pemimpinnya karena gagal melaksanakan tugas. Bentuk imbalan atau sanksi ini diatur secara jelas dalam perjanjian atau transaksi antara pemimpin dan anggota.

Dalam bentuk yang lebih konstruktif, kepemimpinan transaksional digantikan dengan bekerja bersama perorangan atau kelompok, menyiapkan dan mendefinisikan perjanjian atau kontrak kerja untuk mencapai tujuan pekerjaan secara spesifik, menemukan kecakapan individual, dan menspesifikasikan kompensasi dan hadiah yang dapat diharapkan atas keberhasilan pemenuhan tugas.

Dalam bentuk korektif, kepemimpinan transaksional berfokus pada penyiapan standard secara aktif. Dalam bentuk pasifnya, kepemimpinan ini melibatkan menunggu kesalahan-kesalahan harus terjadi sebelum mengambil tindakan. Dalam bentuknya yang aktif, ada monitoring secara dekat untuk terjadinya kesalahan.

Baik dalam bentuk aktif maupun pasif, kepemimpinan transaksional berfokus pada mengidentifikasi kesalahan. Banyak konsultan yang menggunakan MLQ telah menemukan bahwa kepemimpinan jenis ini berguna untuk memberikan label Contingent Reward (CR) dan Management-by-Exception: Active (MBEA) sebagai Kepemimpinan Transaksional dan Management-by-Exception: Passive (MBEP) dan Laissez faire sebagai Kepemimpinan Pasive/Penghindaran (Avolio and Bass, 2004).

Alan M. Barnett (2003) mengungkapkan bahwa kepemimpinan transaksional dihipotesiskan terjadi ketika ada pertukaran sederhana antara satu hal dengan yang lain. Burns (1978) berargumentasi bahwa kepemimpinan transaksional terjadi “ketika seseorang mengambil inisiatif untuk membuat kontak dengan orang lain demi tujuan pertukaran hal-hal yang bernilai. Dalam hubungan ini, pemimpin dan yang dipimpin saling tukar kebutuhan dan layanan untuk memenuhi tujuan-tujuan pribadi (independen).

Rujukan:

Avolio, Bruce J. and Bass, Bernard M. 2004. Multifactor Leadership Questionnaire. Mind Garden Inc: www.midgarden.com/.

Barnett, Alan M. 2003. The Impact of Transformational Leadership Style of the School Principal on School Learning Environtments and Selected Teacher Outcomes: A Preliminary Report. University of Western Sydney, Australia.

Burns, J.M. 1978. Leadership. Harper and Row, Publishers, New York.

Previous post:

Next post: