Tips Berbelanja Online Aman


Kehadiran internet, dan kemudahan mengakses teknologi tersebut, telah membuka cakrawala baru dalam cara pandang dan cara menjalani kehidupan. Internet telah menawarkan banyak kemudahan dalam banyak hal. Ketika internet masih menjadi barang langka, hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati kemudahan yang ditawarkan. Kini, setelah internet tidak lagi menjadi barang langka, setidaknya buat masyarakat Indonesia, kita bisa ikut pula menikmati kemudahan-kemudahan itu. Di antara kemudahan yang dapat kita nikmati adalah mudahnya mengakses dan menyampaikan informasi. Kita dapat menemukan beragam informasi hanya melalui jari-jari kita, tanpa harus keluar rumah. Mau cari buku, tips sukses menjadi pengusaha, sukses mengajar, cara membuat nasi goreng, cara berjualan online, cara berbelanja online, dan masih banyak lagi. Semua bisa kita dapatkan! Begitu pula ketika kita akan menyampaikan informasi kepada orang lain. Bisa lewat email, FB, twitter, atau media lainnya. Bahkan ketika kita memiliki banyak informasi atau ide-ide menarik yang bermanfaat bagi orang banyak, kita dapat berbagi lewat media sosial atau membuat BLOG pribadi, baik yang gratisan atau berbayar.

Tips Berbelanja Online Aman

Bagi yang belum pernah berbelanja online (berbelanja lewat internet), mungkin berbelanja online bisa menimbulkan kekhawatiran. Khawatir kalau uang yang sudah dikirimkan kepada penjual hilang sia-sia. Namun bagi yang sudah terbiasa berbelanja online, kekhawatiran itu tidak ada. Saya sendiri sudah sering melakukan belanja lewat internet. Mulai dari beli pulsa, pulsa listrik, kartu perdana, modem, jas hujan, tas punggung, tas kerja, bag rain cover, pembasmi semut, pakaian, kosmetik, dan lain-lain. Tidak hanya dari satu toko melainkan dari banyak toko. Berikut adalah beberapa tip agar aman berbelanja online.

1. Kunjungi Website Pemilik Toko Online

Pastikan bahwa website penyedia layanan adalah website terpercaya. Kita bisa melihat nama domainnya, apakah pemilik toko online itu bersungguh-sungguh bekerja sebagai online marketer atau sekadar coba-coba. Orang yang bersungguh-sungguh membuka toko online tentunya tidak akan menggunakan domain dan hosting gratisan. Contoh yang gratisan: namatoko.blogspot.com, namatoko.wordpress.com, namatoko.webs.com, dan semacamnya. Contoh yang tidak gratis: namatoko.com, namatoko.org, namatoko.biz. Untuk ekstensi Indonesia (id), misalnya: namatoko.biz.id, namatoko.web.id dan seterusnya. Agak beda sedikit persyaratan memiliki domain id. Kalau namatoko.web.id (.web.id) persyaratannya hanya foto kopi KTP. Tetapi kalau namatoko.biz.id (.biz.id) persyaratannya foto kopi KTP dan NPWP. Jadi, lebih mudah dilacak kalau terjadi penyelewengan. Begitu juga dengan domain id yang lain, seperti: .co.id, .or.id, .sch.id.

2. Perhatikan Cara Pembayarannya

Banyak toko online yang tidak mau repot-repot mengurusi pembayaran. Mereka lebih suka menggunakan jasa pihak ketiga (ESCROW, rekening bersama) untuk mengelola transaksi (pembayaran) dari pembelian produk mereka. Toko yang menggunakan jasa pihak ketiga ini lebih aman, karena pihak pemilik jasa tersebut memiliki kekuatan untuk tidak membayarkan uang Anda ke pemilik toko apabila barang yang Anda beli belum Anda terima. Hal ini memberikan keuntungan kepada kedua pihak (penjual dan pembeli). Bagi penjual, mereka tidak harus mengurusi transaksi, sehingga waktunya bisa digunakan untuk pelayanan yang lain, misalnya pengepakan dan pengiriman barang. Bagi pembeli, mereka lebih terjamin keamanannya karena ketika mereka tidak menerima barang yang dibeli dalam waktu tertentu, mereka bisa komplain kepada penyedia jasa, dan penyedia jasa akan memberikan pinalti kepada penjual. Uang yang diterima dari pembeli akan dikembalikan kepada pembeli. Ada juga penjual yang menerima pembayaran lewat transfer bank. Jika demikian, maka pastikan bahwa bank yang digunakan adalah bank yang sudah terkenal.

3. Jika Mungkin, Gunakan COD

COD (Cash On Delivery), adalah sistem pembayaran pada saat barang sudah sampai tujuan. Misalnya Anda membeli Camera Digital seharga Rp 3.00.000,00 dengan sistem COD lewat telepon atau sms atau website. Ketika sudah DEAL, barang akan diantar ke rumah Anda. Anda membayar barang tersebut lewat kurir yang mengantarkan barang tersebut. Tidak perlu khawatir dengan uang Anda! Tetapi toko online yang melayani pembelian dengan pembayaran COD ini tidak banyak. Jangkauannya sangat terbatas. Mereka hanya melayani pembeli dengan tempat tinggal di wilayah tertentu, yang tidak terlalu jauh dari toko mereka.

4. Coba Kontak si Penjual

Pada umumnya toko online menyertakan nomor yang bisa dihubungi. Coba kontak mereka (lewat sms saja), tanyakan apakah barangnya READY STOCK, atau tanyakan hal-hal lain terkait dengan produk yang membuat Anda tertarik untuk membelinya, berapa lama barang sampai ke rumah Anda, dan lain-lain. Perhatikan bagaimana si penjual merespons Anda. Apakah dia menjawab Anda dengan sabar, mencerahkan, atau emosional? Apa yang dia jaminkan kepada Anda apabila barang tidak terkirim dengan benar? Intinya, lakukan komunikasi dengan penjual untuk meyakinkan Anda.

5. Untuk Tahap Penjajagan, Transfer Jangan Terlalu Besar

Akhirnya, ketika Anda sudah siap melakukan transaksi, transfer jangan dulu terlalu besar! Tetap harus berjaga-jaga, karena Anda baru pertama kali berbelanja! Lebih-lebih jika pembayaran lewat transfer bank. Nanti, kalau Anda sudah benar-benar tahu tentang integritas dan kredibelitas pemilik toko (penjual), anda bisa mengambil keputusan yang lebih berani.